Pagi ini, merupakan
pagi yang sangat cerah, burung berkicau dengan riang dan merdu. Matahari
besinar dengan cerah, begitu juga dengan hatiku yang baru saja menemukan
belahan jiwanya. Dan betapa senangnya belahan jiwaku itu adalah pria yang
selama ini ku idam idam kan, namanya Wingki
Prasetya, aku memanggilnya dengan sebutan wingki, kulitnya putih bersih dan juga terdapat di beberapa bagian tubuhnya
terdapat tai lalat yang makin menambah ke tampanannya.
Setelah
sarapan aku dijemput sama wingki menggunakan motor miliknya. Setelah
menunggunya tak berapa lama wingki datang, ia menyapaku dengan hangat “ hai, wanitaku ”
ujarnya yang membuatku malu “ hai ki“ ujarku bahagia. “ are
you ready for today ? “, ucapnya “ yeah, I’m always ready for my whole life “ ujarku sedikit bercanda. Aku menaiki jok belakang motornya. “
hold me yeah,” pintanya “ yeah “ aku memeluk pinggangnya. Oh ya namaku Natali syahkinda, biasa di panggil
Natali, jujur aku sangat senang bisa bersama dengan orang yang ku
cintai, hidupku terasa berwarna semenjak kehadiran wingki, jujur aku sempat berfikir bagaimana jika suatu hari nanti dan entah itu kapan aku kehilangan dia aku benar benar
tak sanggup, aku sungguh mencintainya. Aku hanya bisa berharap pada tuhan bahwa dia akan selalu bersamaku. Aku semakin mempererat pelukan ku
padanya lalu menyenderkan kepalaku ke punggungnya dan memejamkan mataku sejenak
lalu membuknya kembali.
Akhirnya kami sudah sampai di sekolah, lalu wingki memarkirkan kendaraanya. Setelah itu kami
pergi ke kelas masing masing beriiringan tapi setelah di ujung koridor aku memisahkan diri karena kelas ku terletak di ujung koridor sebelah kanan,
sedangkan kelas wingki terletak di ujung koridor sebelah kiri. “ yaudah kamu,
ke kelas dulu aja “ ujarku pada wingki, ia tersenyum “ kamu saja yang duluan, aku harus memastikan kalau kamu ke kelas dengan keadaan baik baik aja “ ujarnya yang membuatku tertwa geli “
dih, lebay tinggal beberpa langkah aja kok, mana mungkin kan kaki aku tiba tiba
lecet gitu aneh kamu wingki hahah “ ucapku sambil tertawa “ siapa tau kan ada batu nyasar tiba tiba, terus kamu injak batunya lalu kamu jatuh, tiba tiba lutut kamu bocor keluar darah siapa coba yang khawatir nanti kalau bukan aku “ ucapnya “ heheh, enggak kok sayang percaya deh jangan terlalu khawatir tenang aja aku pasti hati hati kok, kan kamu tau sendiri aku juga benci buat badanku sakit “ ucapku “ yaudah tapi tetep aja kamu duluan aja kan ada tuh
pribahasa Ladies first jadi, kamu duluan saja “ ucap wingki lalu tersenyum.
“
yaudah, aku duluan ya kalau gitu. Nanti ngga masuk masuk kelas jadinya ingat jangan gatel sama cewek “ ucapku memberi peringatan lalu bergegas ke kelas, setelah itu aku mendengar wingki
berteriak “ ok, kamu juga jangan asik stalk sosmed aku, belajar yang benar ya “ balasnya agak meledek, aku pun berbalik lalu menjulurkan lidahku padanya “ biarin “
ucapku setelah itu aku pergi ke kelas.
Dari arah kelas aku melihat dia telah berjalan kearah kelasnya. Saat aku dikelas tiba tiba saja sahabat aku Maudy lesmana langsung meminta uang“ natali, pajak jadian mana ?parah ih masa aku ngga dikasih tau“ ujar maudy, yang membuat ku terkejut bagaimana dia bisa tau
kalau aku udah jadian sama wingki, “ apaan, sok tau deh emang aku jadian sama siapa ?“ ucapku mencoba mengelak “ heleh jangan ngelak lagi deh, aku tau kok
kemarin aku liat, kalian diperpus kan trus tiba tiba tangan kamu dipegang
sama wingki dan ya jadian di saat itu juga udah deh kamu jangan ngelak lagi “ ucap maudy,
“ sumpah, anda super sekali kok bisa sih kamu tau aku kemarin di perpus kan setau aku, kamu udah pulang “ ucapku sedikit bercanda
“ aduh duh duh, natali waktu itu aku lupa mau minjam buku komik di perpus makanya waktu udah di depan gerbang aku baru inget yaudah aku balik lagi aja, eh waktu aku balik ternyata aku liat wingki megang tangan kamu “ ujarnya lalu tersenyum kuda. “ huh yadeh, today i'll treat you tapi kamu jangan rakus, liat liat isi dompet aku juga dong hehehe “ ucapku lalu tertawa “ enak aja aku kalau makan engga kayak kamu, kan kamu yang rakus. Tapi ga janji sih hari ini hahah secara kan kamu teraktir aku hehe “ ucapnya lalu menjulurkan
lidah padaku “ dih, kalau aku lihat kamu rakus. aku nanti ninggalin kamu diam diam ya dy “ ucapku tertwa lagi “ ih natali parah banget, ok ok aku ngga rakus deh, heheh” ucap maudy lalu nyengir.
Tak lama kemudia pak agus ,guru biologi telah datang
Kami ke kantin, aku langsung menepati janjiku pada si cumi maudy, semoga saja maudy menepati janjinya, dikantin aku bertemu dengan wingki, aku mentapnya begitu juga dengannya, “ hai Nat” ujarnya penuh senyum “ hai ki” balasku lalu membalas senyum cerah padanya “ nanti aku tunggu di perpus ya,
temenin aku cari buku fisika tentang algoritma ya “ ucapnya tersenyum
"ok siap bos “ ucapku lalu pura pura hormat “ ehem, aku tunggu di meja nomor 24 ya natali” ucap Maudy dengan sebuh piring yang penuh dengan batagor lalu ia pergi ke meja nomor 24. “ temen kamu kenapa ? “ Tanya
wingki “ oh dia, dia liat kejadian kemarin yang waktu kamu nembak aku di perpus, terus dia minta pajak jadian gitu deh “ ucapku pada wingki,” oh gitu, emang kamu ada duit nat “ ucapnya dengan nada mengejek “ dih, ada dong kamu pikir aku ngga bawa duit kesekolah“ ucapku “ kan siapa tau kamu ngga ada duit tapi soksokan mau neraktir, mau aku beliin bakso ngga” ucapnya “ ahh elah kamu mah, aku ada duit kok tenang aja, tapi kalau kamu memaksa okelah bakso ga pake mi kuning ya hehe” ucapku bercanda " Ok tunggu di meja kamu ya, nanti aku antarin“ ucapnya lalu
mencubit lembut pipiku “ hehe kamu seriusan ya padahal aku cuma becanda loh ki, yaudah deh aku tunggu dimeja aku ya “
ucapku tersenyum
" Mau pake cabe apa ngga nih sayang ? " tanya wingki sebelum memesan baksonya " boleh deh tapi jangan banyak banyak ya, aku samperin si maudy dulu bye “,
ucapku lalu aku berjalan mundur pada saat berbalik badan aku tidak menyadari sudut meja di belakangku pada saat itu dan aku menabrak meja itu aku mendengar teriakan wingki “
awas nat “, tetapi peringatan wingki itu telat dan aku sudah menabrak mejanya terlebih dahulu “
aww” ujarku rifleks , wingki menghapiriku “ kamu gak papakan ? “ Tanya wingki sedikit menahan tawa “
ahahah, enggak kok gak papa yaudah aku ke tempat si maudy dulu ya bay” ujarku
tersenyum kikuk di hadapnnya.
Jujur saja aku malu dengan kejadian barusan
sakitnya sih bisa aku tahan tapi malunya itu aku tidak bisa menhannya, mungkin saat
ini si wingki sedang tertawa melihat tingkah anehku tadi. Aku melihat si maudy masih tertawa “ hahahah, sumpah nat lucu parah sih, makanya kalau jalan itu lihat lihat dong nat “ ucapnya meledek “ udah deh dy jangan ngejek aku terus, kamu tau ngga sih aku malu parah dy malah kantin mang kusoy rame anak kelas 12 lagi “ ucapku
agak sebal
Maudy diam tetapi masih sedikit terdengar
sura tawanya. Wingki datang dengan semangkok bakso dan segelas teh dingin. " Lain kali jalan hati hati ya nat " ujar wingki tersenyum " ya ejek aja terus" wingki mengacak acak rambut ku dengan lembut " hehe yaudah aku duluan ke kelas ya tadi aku uda makan kok " ucap wingki " okey "
Bel
pulang pun sudah berbunyi, aku mengecek laci mejaku sapa tahu saja masih ada
barang ku yang tertinggal, setelah itu aku ke perpus menemui wingki disana. Setelah berpamitan pada guru
yang mengajar awalnya aku berjalan beriringan dengan maudy tetapi saat di
koridor kelas aku memisahkan diri dengannya karena aku ingin menemui wingki
dan menemaninya mencari buku fisika tentang materi algoritma. Ketika aku menemaninya terkadang aku juga mencari buku yang ingin aku
baca biasanya sih novel, siapa tau saja ada novel terbaru yang datang. Saat di
cari cari ternyata benar ada 2 novel baru, cepat cepat aku ambil sebelum orang
lain yang meminjamnya, setelah si wingki mendapat buku yang ia cari baru ia
bilang ke penjaga perpus untuk meminjam buku biologi selama 3 hari, sedangkan
aku meminjam buku selama 5 hari. Kami bergegas pulang
Hai aku newbie dalam hal blogger seperti ini. Jika ada yang ingin memberikan kritik atau saran apapun pliss comment di bawah ya. karena saran dan kritikan kalian sangat berarti untuk penulis beginner seperti aku. Oh ya jalan lupa juga mampir ke wattpad aku ya : NindaDea
Tidak ada komentar:
Posting Komentar